Mentan Minta Jajarannya Tetap Semangat Wujudkan Kemandirian Pangan

Jakarta – Menteri Pertanian, Dr. Ir. Suswono, MMA menggelar acara Halal Bihalal di Auditorium Gedung F Kementan, Ragunan, Jakarta pada hari pertama masuk kerja (Senin, 12/8/2013). Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Menteri Pertanian, Dr. Rusman Heriawan dan seluruh pegawai lingkup Kementerian Pertanian.  
 
Dalam sambutannya, Mentan meminta maaf kepada seluruh pegawai apabila ada kesalahan selama memimpin Kementerian Pertanian. Selain itu, Mentan juga mengapresiasi kinerja PNS lingkup Kementan yang telah bekerja dengan maksimal. “Pertama – tama saya minta maaf jika selama memimpin ada kesalahan dan kekhilafan dan saya juga berterima kasih kepada seluruh pegawai pertanian baik di pusat maupun di daerah yang telah bekerja dengan sebaik – baiknya,” katanya.
 
Mentan mengatakan, tugas dan pekerjaan sebagai pegawai Kementerian Pertanian merupakan pekerjaan yang mulia karena niat yang dicita – citakan para pegawainya adalah mencapai Indonesia yang makmur dan sejahtera melalui kemandirian pangan.
 
“Jika Indonesia terganggu pangannya, maka seluruh masyarakat Indonesia yang tersebar di ribuan pulau pasti kacau, politik kacau dan masyarakat menjadi susah. Sementara itu, dengan terus mengupayakan kemandirian pangan, apalagi nantinya bisa membuat kesejahteraan petani kita meningkat, maka kenikmatan itu pasti ada nilainya di sisi Allah, maka itu akan mengantarkan pegawai yang biasa saja insyaallah bisa masuk surga,” kata Metan. 
 
Lebih lanjut Mentan mengingatkan pentingnya ketahanan pangan bagi Indonesia. Meskipun diakui saat ini petani di Indonesia masih banyak yang miskin secara struktural karena kepemilikan lahannya yang sempit sehingga sulit sejahtera. Bahkan, sebagian petani tersebut masuk kategori kelompok duafa atau ekonominya lemah karena masih menjadi penerima raskin (beras untuk rakyat miskin). “Rata-rata kepemilikan lahan petani Indonesia sempit yakni tidak lebih dari 0,3 hektar per orang maka akan sulit bagi petani di Indonesia untuk sejahtera,” katanya. 
 
Masalah lain yang dihadapi para petani Indonesia adalah maraknya alih fungsi lahan yang tidak sesuai dengan peruntukannya.  Mentan mencontohkan saat dirinya pulang kampung ke Tegal, Jawa Tengah ia melihat banyak lahan yang dahulunya sawah sekarang menjadi lokasi perumahan. "Kemarin saya pulang ke Tegal naik kereta api, dulu saya sering naik kereta api saat mahasiswa, daerah-daerah yang dulunya hamparan sawah hijau sekarang tiap spot-spot ada perumahan," ungkapnya.
 
Mentan menambahkan, selain tantangan lahan yang makin sempit, perubahan iklim yang makin tidak tentu dan terus berubah-ubah juga dapat menurunkan produktivitas pertanian Indonesia. Untuk itu, Mentan menekankan salah satu tugas Kementerian yaitu meningkatkan produkstivitas pertanian dengan melakukan terobosan di tengah lahan yang sempit.
 
"Di tengah tantangan-tantangan itu kita pegawai Kementerian Pertanian, para peneliti di Pertanian bisa mengembangkan potensi walau kecil dengan cara bekerja sungguh-sungguh, ciptakan teknologi yang bisa mendukung peningkatan produksi," tegas Mentan.

Cara Budidaya Pisang Yang Benar

Budidaya tanaman pisang dapat dilakukan baik di iklim daerah tropis maupun sub tropis karena pisang tidak memerlukan persyaratan iklim terlalu banyak dan mudah tumbuh disembarang tempat. Tanaman pisang mulai tumbuh pada suhu kira-kira 18° C dan mencapai pertumbuhan optimal pada suhu 27° C. Untuk mencapai pertumbuhan yang optimal, tanaman pisang menghendaki curah hujan dalam satu tahun sebesar 2000 – 2500 Mm. apabila curah hujan kurang dari 2000 Mm/tahun sebaiknya diusahakan irigasi, namun jika pisang di tanam pada daerah yang terlalu banyak hujan dibuatkan selokan drainase karena air yang menggenang akan memudahkan timbulnya serangan penyakit.

Tanah yang baik dan cocok untuk dijadikan pertanaman pisang adalah tanah liat yang mengandung kapur, humus, lapisan tanah harus agak dalam, sehingga air hujan dapat dengan mudah meresap ke bawah serta

drainase cukup baik. Pisang akan dapat tumbuh dengan baik pada tanah-tanah dengan derajat keasaman antara 4,5 – 8,0 namun pertumbuhan terbaik akan diperoleh pada tanah-tanah dengan pH 6,0 – 7,5.

Tanam;
Penanaman biasanya dilakukan awal musim hujan (November – Desember). Dua minggu sebelum tanaman dibuat lubang dengan ukuran 60 x 60 Cm dengan jarak tanam 2,5 x 4 M (populasi 1.000 pohon/Ha).
Pemupukan;
Pemupukan pupuk an-organik untuk setiap kali pemberian adalah 0,25 dosis pupuk tahunan. Pupuk an-organik (pupuk kandang/kompos) diberikan pada saat tanam. Untuk selengkapnya dosis pupuk yang diberikan adalah sebagai berikut:
    Dosis Pupuk (Per Hektar/Tahun)
    Urea (Kg)
    TSP (Kg)
    KCL (Kg)
    Pupuk Kandang (Kg)
    500
    450
    500
    2 – 3

Catatan: 1 kaleng minyak tanah (KMT) = 8,5 – 10 Kg, jarak tanam 2,5 x 4 dengan populasi 1.000 Ph/ha.

Penyiangan;
Gulma dan sisa batang pisang perlu dibersihkan karena dapat menjadi sarang hama penggerek batang. Areal yang terinfeksi penyakit panama/darah, penyiangan dianjurkan dengan herbisida dan dilarang menggunakan peralatan cangkul/kored untuk menghindari penularan melalui alat.

Pengairan;
Tanaman pisang peka terhadap kekurangan air apabila selama 2 minggu tidak hujan atau mendapat pengairan akan mengganggu pertumbuhan dan produksinya. Kurangnya air saat keluarnya bunga, buah yang dihasilkan akan berukuran kecil pendek dan daun klorosis.

Penjarangan;
Untuk rumpun yang baik perlu memperhatikan jarak dari generasi ke generasi agar relatif konstan. Tujuan melakukan penjarangan adalah agar tiap waktu panen dapat diatur dengan menghasilkan kualitas buah yang baik. Dalam satu periode, setiap rumpun yang ditinggalkan 1 induk, 1 anakan dan 1 anakan yang lebih muda. Pemangkasan daun dan penjarangan tidak dilakukan pada saat tanaman tengah berbunga, pemangkasan daun dan penjarangan dilakukan tiap 6 – 8 minggu sekali.

Pengendalian Kualitas
Pengendalian kualitas perlu dilakukan dengan tujuan untuk melindungi buah agar memenuhi standar yang telah ditentukan, pengendalian tersebut antara lain :
  • Pembuangan sisa bunga betina sebaiknya dilakukan setelah selesai pembungaan sedangkan di tempat pengepakan dan saat perompesan jangan keluar getahnya;
  • Pembuangan daun terakhir/tua yang menempel pada buah, agar buah tidak rusak;
  • Penyisaan daun pada saat fase perkembangan buah, tidak kurang dari 4 helai;
  • Penyanggahan 2 batang bambu pada tanaman setelah proses pembuangan jantung agar tidak roboh;
  • Pembumbunan pada tanaman pokok dapat mencegah tumbangnya karena angin;
  • Pemotongan bunga jantan (jantung) setelah terbentuknya jumlah sisir yang dikehendaki dapat meningkatkan bobot tandan dan mengurangi penularan penyakit oleh serangga penghisap madu;
  • Pembrongsongan tandan buah dengan plastik khusus yang mengandung insektisida dapat melindungi buah dari cuaca dingin, debu, residu pestisida, serangga, sinar matahari dan mempercepat masa panen 5 hari;
  • Pembuangan sisir buah yang tak sempurna dapat memperbesar buah di atas sisir;
  • Penutupan dengan daun/kertas di atas tandan agar buahnya tidak terlalu banyak kena sinar matahari.
 Panen dilakukan 8 minggu setelah pembungkusan.Selain perlakuan tersebut di atas, pengendalian kualitas perlu diadakan pembrongsongan untuk mencegah timbulnya bintik hitam/coklat akibat serangan hama. Bahan yang dapat digunakan yaitu kertas semen, plastik PE bening, plastik biru atau plastik khusus yang diberi insektisida. Saat pembrongsongan ada 2 yaitu :
  • Pembrongsongan saat seludang bunga pertama mekar, sebelum dilakukan pembrongsongan, jantung pisang disemprot insektisida berbahan aktif dicloford atau chlorpyrifos serta diberi fungsida berbahan aktif benomyl. Penyemprotan pestisida dilakukan lagi setelah buah pisang muda terbentuk sempurna dan pemotongan jantung dengan membuka brongsong. Setelah penyemprotan, pembrongsongan dilakukan hingga buah dipanen;
  • Pembrongsongan saat buah muda terbentuk sempurna. Cara pembrongsongan sama dengan cara pada sistem pembrongsongan pertama.
Hama dan Penyakit

Hama;
  • Penggerek batang;
Serangga Cosmopolites Sordidus Serangga Odioporus Longicolis
Gejala serangga cosmopolites sordidus (sejenis kumbang moncong) menggerak batang bagian bawah, sedangkan serangga odioporus longicolis (juga sejenis kumbang moncong) menggerek batang palsu atau batang di atas bonggol sampai dekat pelepah daun. Pengendalian dilakukan dengan cara :
Sanitasi sisa-sisa batang, daun dan pelepah daun yang merupakan tempat peletakan telur dan tempat persembunyian serangga dewasa
Penyemprotan dengan insektisida terutama ditujukan dekat pangkal batang.

Penyakit;
  • Penyakit layu fusarium (panama disease);
 Gejala cendawan menyerang empulur batang melalui akar yang luka. Batang yang terserang, mengering dan berubah warna menjadi kecoklatan. Tepi daun menjadi kuning tua atau layu, tangkai daun patah dibagian pangkal.
Pengendalian dilakukan dengan cara :
*Pembuatan drainase yang baik sedini mungkin
*Sanitasi dan membongkar tanaman sakit
*Menghindari terjadinya luka di bagian akar.

  • Penyakit layu bakteri (moko disease);
Gejala penularan bakteri Pseudomonas Solanascearum dapat terjadi melalui pelukaan dan melalui serangga. Gejala pada daun baru tampak setelah timbulnya tandan buah. Daun muda berubah warna, dari ibu tulang daun keluar garis coklat kekuningan, dalam seminggu semua daun menguning dan menjadi coklat. Cairan coklat keluar melalui luka pada batang, adakalanya cairan keluar bersamaan dengan keluarnya jantung pisang. 
Pengendalian dilakukan melalui :
*Tidak menanam bibit dari rumpun terserang;
*Sanitasi dan mengurangi anakan per rumpun maksimal 3 Bt/rumpun;
*Eradikasi rumpun sakit dengan cara memotong dan membongkar sampai akar-akarnya;
*Alat yang digunakan agar disinfektan dengan formalin atau di cuci bersih dengan sabun.

  • Penyakit bercak daun (sigatoka disease);
Gejala daun terserang cendawan mycospharella musicola, pertama timbul bintik-bintik kuning pada tepi daun, kemudian melebar noda kuning tua kemerahan sampai kehitaman. Daun menjadi cepat kering dan buah masak sebelum waktunya. 
Pengendalian dilakukan melalui sumber infeksi berupa daun-daun mati/sakit dipotong-potong lalu dibakar.

  • Penyakit kerdil pisang (buncy top)
Gejala penularan penyakit melalui serangga pentalonia nigronervousa. Daun muda lebih tegak tepinya mengering, rapuh dan mudah patah. Tanaman tumbuhnya terhambat, daun membentuk roset (seperti kipas). Pengendalian dilakukan dengan cara :
*Pembongkaran rumpun sakit lalu dipotong-potong agar tidak ada tunas yang hidup terus;
*Pengendalian vector dengan insektisida sistemik terutama di pembibitan.

Panen
Buah pisang dapat di panen hijau dengan lingkaran buah menunjukkan bentuk bundar dan sudut-sudutnya tidak menyiku. Umur buah siap panen yaitu antara 100 – 120 hari setelah muncul bunga (tergantung pada kultivar/klon yang ditanam). Untuk proses pematangan serentak, perlu dirangsang dengan bahan seperti asap dari daun kayu yang dibakar, daun segar (daun akasia), karbit, ethrel atau ethepon, asetilen, propilen selama kurang lebih 10 – 12 jam.

Cara Budidaya Nanas Yang Baik

Tanaman nenas dapat tumbuh dengan baik di daerah dengan curah hujan merata sepanjang tahun dengan jumlah antara 1.000 - 2.000 Mm pertahun serta suhu optimum 32o C. Tanaman ini tumbuh dengan baik di daerah dengan ketinggian 100 - 200 M dari permukaan laut, tetapi pada keadaan tertentu dapat juga tumbuh dengan baik pada ketinggian 1200 M dpl. Pada daerah-daerah yang merupakan iklim C dan D tanaman nenas dapat tumbuh baik pada daerah yang merupakan irigasi teknis.

Tanaman nenas tumbuh baik pada tanah yang gembur, tidak tahan genangan air, lebih-lebih di daerah basah dengan tanah liat yang tergenang air cukup lama, tanaman nenas akan tumbuh merana. Untuk daerah kering diperlukan sistem pengairan yang baik dan air tanah tidak lebih dari 150 Cm dari permukaan laut. Tanah yang cocok untuk budidaya nenas adalah tanah dengan tekstur ringan (pasir) dan sedang serta mengandung humus yang banyak dengan pH sekitar 4,5 - 5,5 untuk tanah podsolik dengan kandungan litany tinggi, nenas bisa tumbuh dengan diimbangi pemupukan intensif dan penggunaan pupuk organik yang tinggi.

· Pemeliharaan:

· Pemupukan;

Pemupukan merupakan satu aspek penting dari kegiatan usaha tani nenas karena erat kaitannya dengan peningkatan produksi. Pupuk yang digunakan dapat berupa pupuk an-organik seperti Urea, TSP/Sp-36 dan KCI maupun pupuk organik seperti pupuk kandang dan kompos. Dosis pupuk untuk tanaman nenas, sebagai berikut:


Dosis Pupuk Per Ha/Tahun
Urea (Kg)
Sp-36 (Kg)
KCI (Kg)
Pupuk Kandang/ Kompos (Kg)
225
125
300
20

Pemupukan dengan pupuk an-organik (Urea, SP-36 dan KCI) dilakukan 2 kali dalam setahun. Sedangkan pupuk organik (kandang/ kompos) diberikan satu kali dalam setahun pada awal musim penghujan.
Cara pemberian pupuk an-organik diberikan dengan cara mencampur ke-tiga pupuk lalu ditaburkan pada parit sedalam 10 - 15 Cm disekeliling tanaman, kemudian parit ditutup kembali dengan tanah. Pupuk organik diberikan dengan cara ditebarkan pada larikan/ parit disekeliling batang tanaman dengan kedalaman 15 - 20 Cm pada jarak 25 - 50 Cm dari pangkal tanaman/ rumpun dan ditutup kembali dengan tanah.

· Penyiangan;

Penyiangan dilaksanakan setiap 3 bulan sekali sebelum dilakukan penyiangan, daun-daun harus diikat sehingga penyiangan tidak terganggu oleh daun-daun yang berduri. Bersamaan dengan penyiangan tanah perlu digemburkan agar akar-akar tanaman mendapatkan udara yang cukup, setelah pekerjaan penyiangan selesai, ikatan-ikatan daun dilepas sedangkan untuk tanah-tanah yang datar di daerah beriklim basah perlu dibuatkan parit drainase.

· Penjarangan anakan;

Penjarangan anakan diperlukan untuk dapat menghasilkan buah berukuran besar secara teratur selama beberapa kali panen. Penjarangan anakan dari tunas akar sebaiknya dilakukan secara teratur setelah 3 - 4 musim panen tanaman nenas biasanya tidak dibongkar tetapi tunas anakannya dibiarkan tumbuh. Tunas lain dibuang atau digunakan sebagai bibit. Kelangsungan produksi dari induk ke tunas anakan ini dibiarkan berlangsung terus sampai kira-kira lima tahun, setelah umur lima tahun tanaman nenas dibongkar dan diganti tanaman baru.

· Pengendalian organisme pengganggu;

· Penyakit busuk hati (hert rot) dan busuk akar (root rot)

· Gejala, daun tanaman yang terserang cendawan phytoptora Sp. mengalami klorosis, daun muda mudah dicabut, pembusukan dapat meluas ke batang tanaman serta menyebabkan busuk akar sehingga pertumbuhan terhambat dan pematangan buah tertunda.

· Pengendalian, sebelum tanaman bibit dicelup dalam suspensi fungisida sanitasi kebun dari tanaman yang sakit dan sisa tanaman yang sakit dan sisa tanaman sebelumnya harus bersih.

· Penyakit busuk pangkal (base rot)

· Gejala, serangan cendawan carato cystis paradora pada bibit mengakibatkan busuk lunak berwarna coklat pada pangkalnya. Pada daun timbul bercak-bercak putih kekuningan. Infeksi buah batang mengakibatkan buah busuk.

· Pengendalian, untuk mencegah terjadinya infeksi melalui bekas potongan pada pangkal buah diberikan perlakuan asan limzoat 10 % dalam etarol. Dilakukan pemotongan buah.


· Pengairan dan penutupan tanah;

Pengairan harus diatur sedemikian rupa sehingga air tidak menggenang. Pengairan diperlukan pada waktu penumpukan sekitar rumpun tanaman nenas dapat diberi penutup tambahan (mulsa) seperti jerami, daun-daun dan sebagainya.

· Penggunaan ZPT;

Tanaman nenas dapat dipaksa untuk berbunga pada setiap saat, yakni dengan memberikan zat kimia yang berfungsi sebagai hormon pembungaan. Zat kimia yang sering digunakan adalah kalsium karbit dan ethrel. Selain itu juga digunakan hormon akar seperti IAA, IBA dan NAA. Teknik pembungaan buatan dilakukan ke dalam titik tumbuh tanaman nenas pada pagi-pagi sekali dan sore hari untuk mengurangi reaksi panas dan kemudian disemprotkan dengan air dingin diatasnya. Selain itu dapat pula tanaman disemprotkan dengan larutan ethrel 70 - 200 ppm, karena ethrel ini pada pH rendah dalam sel tanaman akan terurai menjadi estilin yang dapat berfungsi sebagai hormon pembungaan. Untuk mendapatkan produksi yang tinggi, sebaiknya sewaktu diberi zat kimia tanaman telah berumur 6 bulan atau jumlah daun sekitar 20 - 30 helai.

· Panen;

Pada umumnya nenas dapat di panen setelah berumur 12 - 15 bulan tergantung bibit yang digunakan. Buah nenas yang siap di panen dapat diketahui dari :

· Mahkota jadi lebih terbuka;

· Tangkai buah menjadi keriput;

· Mata duri lebih mendatar dan besar serta bertulang lebih bulat;

· Warna buah mulai menguning;

· Timbul aroma nenas yang harum.

Cara Mudah Budidaya Seledri

Seledri dapat diperbanyak secara generatif dengan biji atau vegetatif dengan anakan. Untuk tujuan komersil tanaman seledri dapat diperbanyak dengan biji. Benih berasal dari varietas unggul dengan daya kecambah > 90%.

Pengolahan Lahan

Lahan ideal adalah tanah yang subur, gembur, mengandung bahan organik, mampu menahan air dan berdrainase baik dengan pH tanah antara 5,5-6,5. Tanah dicangkul sedalam 20-30 cm

biarkan selama 15 hari, jika pH tanah kurang dari 6.5 campurkan kapur kalsit atau dolomit dengan tanah olahan, dosis kapur 1-2 ton/ha tergantung pH tanah dan jumlah Alumunium di dalam tanah, pemberian 2-3 minggu sebelum tanam. Buat bedengan dengan lebar 100-120 cm, tinggi 30 cm, panjang sesuai lahan, dan jarak antar bedengan 50 cm. Bedengan diberi naungan berupa alang-alang atau jerami dengan tinggi 1-1,5 m.

Budidaya Tanaman Sayuran

Persemaian

Benih disemai pada bedengan di dalam alur/larikan sedalam 0,5 cm dengan jarak antar alur 10-20 cm, sebelum disemai, benih direndam dalam larutan Previcur N dengan konsentrasi 0,1 % selama + 2 jam, kemudian dikeringkan. Tutup benih dengan tanah tipis dan siram permukaan bedengan sampai lembab. Untuk menjaga kelembaban, persemaian ditutup dengan alang-alang atau jerami dan ditinggikan tutup tersebut apabila kecambah telah tumbuh. Setelah bibit tumbuh dapat juga dipindahkan kedalam bumbunan yang terbuat dari daun pisang/pot plastik dengan media yang sama.

Penanaman

Setelah + 40 hari atau telah berdaun 3-4 helai cabut bibit seledri yang sehat dengan akarnya. Potong sebagian akar, selanjutnya akar direndam kedalam larutan pestisida Benlate atau

Derosol pada konsentrasi 50% sekitar 15 menit. Pindahkan bibit pada bedengan yang telah dipersiapkan, satu bibit per lobang tanam, dengan jarak tanam: 25 x 30 cm; 20 x 20 cm atau 15 x 20 cm (tergantung varietas) dan padatkan tanah disekitar batang. Siram bedengan sampai lembab.

Pemeliharaan Tanaman

Jika ada tanaman yang mati lakukan penyulaman 7-15 hari setelah tanam. Penyiangan gulma dilakukan bersamaan dengan penggemburan tanah pada umur 2 dan 4 minggu setelah tanam, penyiangan berikutnya disesuaikan dengan keadaan gulma. Di awal masa pertumbuhan, penyiraman dilakukan 1-2 kali sehari, berikutnya dikurangi menjadi 2-3 kali seminggu tergantung cuaca. Tanah tidak boleh kekeringan atau tergenang air (becek).

Pemupukan

Pupuk dasar diberikan 3 hari sebelum tanam, yaitu pupuk organik dengan dosis 4 kg/m2, diaduk dengan tanah permukaan bedengan. Pada umur 2 minggu setelah tanam berikan pupuk N 300 kg, P2O5 75 kg dan K2O 250 kg/ha secara larikan dibarisan tanaman. Pupuk susulan berikutnya larutkan 2-3 kg pupuk NPK ke dalam 200 liter air dan berikan secara kocor diantara barisan tanaman, hal ini dapat dilakukan selama tanaman masih produktif dengan interval 7 hari satu kali pemberian. Dapat juga diberikan pupuk cair dengan dosis 0,3 ml/m2 yang dimulai pada umur 3 minggu setelah tanam dengan interval 10 hari satu kali.

Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)

Hama utama seperti: ulat tanah, keong, kutu daun tungau. Hama dapat dihilangkan secara mekanik yaitu dipungut dengan tangan. Penyakit yang sering menyerang tanaman bercak

cercospora, bercak septoria, virus aster yellow. Pengendalian dilakukan mulai dari pesemaian hingga panen. Jika terpaksa harus menggunakan pestisida, gunakan jenis pestisida yang aman mudah terurai seperti pestisida biologi, pestisida nabati atau pestisida piretroid sintetik.

Panen dan Pasca Panen

Seledri dapat dipanen setelah berumur 40 sampai dengan 150 hari setelah tanam (tergantung varietas). Saledri daun dipanen 4-8 hari sekali. Seledri potong dipanen dengan memotong tanaman pada pangkal batang secara periodik sampai pertumbuhan anakan berkurang. Seledri umbi dipanen dengan memetik daun-daunnya dan dilakukan secara periodik sampai tanaman kurang produktif. Hasil panen diseleksi dengan cara membuang tangkai daun yang cacat atau terserang hama. Untuk membersihkan dari kotoran/tanah dan residu pestisida, seledri dicuci dengan air mengalir atau disemprot kemudian tiriskan di rak-rak. Sortasi perlu dilakukan

terutama jika seledri akan dipasarkan di swalayan atau untuk eksport. Sortasi dilakukan berdasarkan ukuran dan jenis yang seragam dan sesuai dengan permintaan pasar. Seledri diikat dengan ikatan plastik pada berat tertentu yang disesuaikan dengan permintaan pasar.

Budidaya Kangkung Darat Secara Organik

Proses sayuran kangkung menjadi penggugah selera masakan lezat. Tidak hanya baik untuk menjadi oseng-oseng saja, sayuran rebus lezat dibuat dengan sayuran baru - baru ini dalam saus sangat pedas. Kangkung sederhana untuk mencari dan juga nilai yang rendah-biaya. Ini budidaya kangkung tidak terlalu sulit untuk dikembangkan. 

Macam-Macam Jenis Tanaman Kangkung 

Ada dua cara yang berbeda dalam budidaya tanaman kangkung ini, tergantung dari jenis tanaman kangkung yang ditanam. Ada dua jenis tanaman kangkung yang dikenal berdasarkan perbedaan habitatnya, yaitu: 

· Kangkung darat (Ipomea reptans). 

Kangkung darat ini hanya bisa tumbuh di lahan kering. Ciri-cirinya adalah batangnya lebih kecil dan berwarna putih kehijauan, daunnya lebih tipis dan lebih lunak, bila dimasak lebih cepat layu/matang, dan memiliki bunga yang berwarna putih bersih. 

· Kangkung air (Ipomea aquatica). 

Kangkung air ini dapat tumbuh di daerah basah seperti parit, kolam atau genangan sawah. Ciri-cirinya adalah batangnya lebih besar, berwarna hijau lebih gelap, daunnya lebih lebar dan sedikit keras, lebih lama layu jika dimasak dan memiliki bunga yang berwarna putih kemerahan. 

Budidaya Kangkung Darat Secara Organik 

Kangkung (Ipomoea sp.) dapat ditanam di dataran rendah dan dataran tinggi.. Kangkung merupakan jenis tanaman sayuran daun, termasuk kedalam famili Convolvulaceae. Daun kangkung panjang, berwarna hijau keputih-putihan merupakan sumber vitamin pro vitamin A. Berdasarkan tempat tumbuh, kangkung dibedakan menjadi dua macam yaitu: 1) Kangkung darat, hidup di tempat yang kering atau tegalan, dan 2) Kangkung air, hidup ditempat yang berair dan basah. 

Petanian Organik adalah sebuah bentuk solusi baru guna menghadapi kebuntuan yang dihadapi petani sehubungan dengan maraknya intervensi barang-barang sintetis atas dunia pertanian sekarang ini. Dapat dilihat, mulai dari pupuk, insektisida, perangsang tumbuh, semuanya telah dibuat dari bahan-bahan yang disintesis dari senyawa-senyawa murni (biasanya un organik) dilaboratorium. Pertanian organik dapat memberi perlindungan terhadap lingkungan dan konservasi sumber daya yang tidak dapat diperbaharui, memperbaiki kualitas hasil pertanian, menjaga pasokan produk pertanian sehingga harganya relatif stabil, serta memiliki orientasi dan memenuhi kebutuhan hidup ke arah permintaan pasar. 


Teknologi Budidaya

1. Benih 

Pembibitan tanaman kangkung darat dapat dilakukan secara generatif yaitu dari biji ataupun secara vegetatif dengan stek pucuk batang. Kangkung darat dapat diperbanyak dengan biji. Untuk luasan satu hektar diperlukan benihsekitar 10 kg. Varietas yang dianjurkan adalah varietas Sutra atau varietas lokal yang telah beradaptasi. 

2. Persiapan Lahan 

Lahan terlebih dahulu dicangkul sedalam 20-30 cm supaya gembur, setelah itu dibuat bedengan membujur dari Barat ke Timur agar mendapatkan cahaya penuh. Lebar bedengan sebaiknya adalah 100 cm, tinggi 30 cm dan panjang sesuai kondisi lahan. Jarak antar bedengan + 30 cm. Lahan yang asam (pH rendah) lakukan pengapuran dengan kapur kalsit atau dolomit. 

3. Pemupukan 

Bedengan diratakan, 3 hari sebelum tanam diberikan pupuk kandang (kotoran ayam) dengan dosis 20.000 kg/ha atau pupuk kompos organik hasil fermentasi (kotoran ayam yang telah difermentasi) dengan dosis 4 kg/m2. Sebagai starter ditambahkan pupuk anorganik 150 kg/ha Urea (15 gr/m2) pada umur 10 hari setelah tanam. Agar pemberian pupuk lebih merata, pupuk Urea diaduk dengan pupuk organik kemudian diberikan secara larikan disamping barisan tanaman, jika perlu tambahkan pupuk cair 3 liter/ha (0,3 ml/m2) pada umur 1 dan 2 minggu setelah tanam. 

4. Penana 

Biji kangkung darat ditanam di bedengan yang telah dipersiapkan. Buat lubang tanam dengan jarak 20 x 20 cm, tiap lubang tanamkan 2 - 5 biji kangkung. Sistem penanaman dilakukan secara zigzag atau system garitan (baris). 

5. Pemeliharaan 

Yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan air, bila tidak turun hujan harus dilakukan 

penyiraman. Hal lain adalah pengendalian gulma waktu tanaman masih muda dan menjaga tanaman dari serangan hama dan penyakit. 

6. Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) 

Hama yang menyerang tanaman kangkung antara lain ulat grayak (Spodoptera litura F), kutu daun (Myzus persicae Sulz) dan Aphis gossypii. Sedangkan penyakit antara lain penyakit karat putih yang disebabkan oleh Albugo ipomoea reptans. Untuk pengendalian, gunakan jenis pestisida yang aman mudah terurai seperti pestisida biologi, pestisida nabati atau pestisida piretroid sintetik. Penggunaan pestisida tersebut harus dilakukan dengan benar baik pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval dan waktu aplikasinya. 

7. Panen 

Panen dilakukan setelah berumur + 30 hari setelah tanam, dengan cara mencabut tanaman sampai akarnya atau memotong pada bagian pangkal tanaman sekitar 2 cm di atas permukaan tanah. 

8. Pasca Panen 

Pasca panen terutama diarahkan untuk menjaga kesegaran kangkung, yaitu dengan cara menempatkan kangkung yang baru dipanen di tempat yang teduh atau merendamkan bagian akar dalam air dan pengiriman produk secepat mungkin.

Budidaya Kacang Panjang Yang Baik Dan Benar

Budidaya kacang panjang merupakan salah satu tanaman sayuran sebagai sumber vitamin dan mineral. Fungsinya sebagai pengatur metabolisme tubuh, meningkatkan kecerdasan dan ketahanan tubuh serta memperlancar proses pencernaan karena kandungan seratnya yang tinggi. Kacang panjang dapat dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu kelompok merambat dan tidak merambat. Kelompok kacang panjang yang banyak dibudidayakan adalah kelompok yang merambat, cirinya tanaman membelit pada ajir dan buahnya panjang ± 40-70 cm berwarna hijau atau putih kehiijauan.

kacang panjang dapat ditanam didataran rendah dan tinggi, menghendaki tanah yang subur, gembur dan kaya humus. Drainase baik dan tanah tidak tergenang serta pH antara 5,5 – 6,5. Waktu tanam yang baik adalah musim kemarau.

Persiapan Lahan
  •  Pengolahan tanah dan dibentuk bedengan arah timur barat, ukuran lebar 120 cm, panjang sesuai petakan, tinggi 30-40  jarak antara bedengan 40-50 cm.
  • Pemberian pupuk kandang pada bedengan dengan dosis 20 sampai 25 ton/ha kemudian diratakan.
  • Satun minggu kemdian diberi pupuk dasar urea ± 25 kg/ha, SP – 36 ± 150 kg/ha, KCL ± 100 kg/ha dan bedengan dihaluskan serta diairi. Selanjutnya bedengan ditutup dengan mulsa plastik hitam perak.
Persiapan Benih
  •   Benih dipillih dari buah yang tua, sehat dan utuh atau membeli ditoko pertanian.
  •   Untuk 1 ha kebutuhan benih sekitar 15-20 kg.
Cara Tanam
  •  Membuat lubang tanam pada mulsa plastik dengan jarak tanam 60 x 30 cm.
  •  Benih ditanam secara tugal pada lubang.
  • Penyulaman tanaman yang mati dilakuakan 1 minggu setelah tanam.
Pemeliharaan
  • Penyiraman setiap hari, dan pada saat berbunga hingga berbuah dilakukan lebih intensif.
  • Penyiangan dilakukan setelah pemupukan atau jika ada gulma
  • Pemasangan ajir untuk merambatkan tanaman dilakukan 14 hari setelah tanam.
  • 21 hari setelah tanam diberi tambahan pupuk Urea dengan dosis 25 kg/ha.
Pengendalian Hama dan Penyakit
  • Thrips sp., gejala daun bergaris kecil warna perak, mengeriting dan menggulung.
  • Agrotis ipsilon, gejala tanaman roboh/terpotong karena larva menyerang batang atau pucuk tanaman terutama tanaman muda.
  •  Maruca testulalis (penggerak polong), polong kacang berlubang dan didalamnya terdapat ulat.
Ketiga hama tersebut dapat dikendalikan dengan insektisida.
Penyakit penting pada kacang panjang adalah : 
  •  Bercak daun (Cercospora vigna) gejala bercak-bercak pada daun rusak akhirnya rontok. 
  •  Karat daun dan busuk polong (Colletotrichium sp), gejala bercak daun berwarna coklat jika menyerang maka buah membusuk. 
  • Kedua penyakit tersebut dapat dikendalikan dengan fungisida.
Panen dan Pasca Panen
Panen ;
  • Panen pertama umru 50 hari setelah tanam.
  • Kriteria panen, buah buah berpolong padat dan berwarna hijau segar.
  • Tanaman dapat diproduksi sampai umur ± 4 bulan, dengan interval setiap 5 hari sekali panen. Tiap ha dapat menhasilkan 5-6 ton.
Pasca Panen
  • Umur petik yang tepat
  •  Penyimpanan pada tempat yang tepat (dingin dan lembab)
  • Buah / polong dilakukan pengikatan.
  •  Menghindari terjadinya luka pada buah.
  • Keranjang dilapisi kertas atau plastik sebagai wadah untuk pengangkutan.
 
Support : Google.co.id | Facebook.com | Twitter.com | Youtube.com
Copyright © 2015. UD.Ongko Wijoyo Makmur - All Rights Reserved
Template Created by Kelompok Tani Published by Owmakmur
Proudly powered by Blogger